Sahabat,
Fakta menunjukkan bahwa jumlah anak jalanan di Indonesia kian meningkat. Data terakhir yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka 154.861 jiwa. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA, 2007), hampir separuhnya, yakni 75.000 anak jalanan berada di Jakarta. Sisanya tersebar ke kota-kota besar lainnya seperti Medan, Palembang, Batam, Serang, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang, dan Makassar. Angka-angka itu belum mencakup jumlah anak marginal yang sangat rentan untuk menjadi anak jalanan jika tidak ada yang membantu mereka.
Pengalaman mendampingi anak-anak jalanan di Jakarta memberikan pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran tersebut adalah bahwa anak-anak jalanan ternyata lebih membutuhkan seorang SAHABAT yang tulus mengasihi, mendampingi dan menolong mereka mencapai cita-citanya dibanding sekedar uang receh yang mereka terima di jalan. Sesungguhnya anak-anak jalanan ini tetap bersemangat untuk hidup dan berjuang meraih cita-citanya. Namun harus diakui upaya tersebut akan sulit terwujudkan apabila mereka masih harus terus mencari uang di jalan dan tidak punya waktu untuk belajar dan bersekolah. Mimpi kami dan juga mimpi mereka adalah anak-anak berhenti mencari uang di jalan agar dapat belajar dengan tenang dan menikmati masa kanak-kanak mereka yang indah.
Seringkali yang membuat mimpi tersebut makin sulit terwujud adalah kebiasaan masyarakat yang masih memberikan uang kepada anak-anak jalanan. Kebiasaan memberikan uang kepada anak-anak jalanan adalah sebuah kebiasaan yang sangat tidak mendidik anak-anak ini. Anak-anak jadi malas belajar dan cenderung untuk putus sekolah karena mudahnya memperoleh uang di jalan.
Sahabat Anak menyadari perlunya ada sebuah gerakan bersama yang melibatkan berbagai pihak untuk membantu anak marginal pada umumnya dan anak jalanan pada khususnya. Karena itu pada tanggal 17 Februari 2008, Sahabat Anak mulai menggaungkan kampanye Gerakan Sahabat Anak – yaitu sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk peduli dan membantu anak memperjuangkan hak-haknya dengan cara menjadi SAHABAT ANAK
Jika saja masyarakat dapat berhenti memberikan uang kepada anak-anak jalanan dan memilih untuk menjadi sahabat anak, maka akan semakin banyak anak-anak jalanan di Jakarta yang dapat meraih cita-citanya tanpa harus berada di jalan.